Animated Cool Shiny Blue Pointer

Home

Minggu, 05 Februari 2012

KEHAMILAN ANEMIA SEDANG



Pengertian
 Anemia adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin (Hb) dalam darahnya   kurang dari 12 g% (Wiknjosastro, 2002).
Anemia dalam kehamilan adalah kondisi ibu dengan kadar haemoglobin dibawah 11 g% pada trimester I dan III atau kadar <10,5>
(Saifuddin, 2002).
Anemia merupakan suatu keadaan hipoksia sebagai akibat kemampuan kapasitas pengangkutan oksigen darah berkurang. Pada masa kehamilan relatif terjadi karena darah ibu hamil mengalami hemodilusi (pengenceran) dengan peningkatan volume 30 - 40 % yang puncaknya pada kehamilan 32 – 34 mg.
( Supardi, 1997 ).
Anemia adalah kekurangan hemoglobin (Hb). Hb adalah protein dalam sel darah merah, yang mengantar oksigen dari paru ke bagian tubuh yang lain.
(yayasan Spiritia, 9 April 2008).
Anemia adalah seseorang dinyatakan menderita anemia apabila kadar Hb dalam darahnya < style="color:#333333">
2.1.2    Etiologi
Penyebab anemia umumnya adalah
·         Kurang gizi ( malnutrisi )
·         Kehilangan darah akibat pendarahan dalam atau siklus haid perempuan
·         Kurang zat besi dalam diet
·         Malabsorpsi
·         Penyakit-penyakit kronik : TBC, paru, cacing usus, malaria.
 (Manuba, 1998: 30 )
2.1.3    Patofisiologi
Perubahan hematologi sehubungan dengan kehamilan adalah oleh karena perubahan sirkulasi yang makin meningkat terhadap plasenta dari pertumbuhan payudara. Volume plasma meningkat 45-65% dimulai pada trimester ke II kehamilan, dan maksimum terjadi pada bulan ke 9 dan meningkatnya sekitar 1000 ml, menurun sedikit menjelang aterem serta kembali normal 3 bulan setelah partus. Stimulasi yang meningkatkan volume plasma seperti laktogen plasenta, yang menyebabkan peningkatan sekresi aldesteron
Darah akan bertambah banyak dalam kehamilan yang lazim disebut Hidremia atau Hipervolemia. Akan tetapi, bertambahnya sel darah kurang dibandingkan dengan bertambahnya plasma sehingga terjadi pengenceran darah. Perbandingan tersebut adalah sebagai berikut: plasma 30%, sel darah 18% dan haemoglobin 19%. Bertambahnya darah dalam kehamilan sudah dimulai sejak kehamilan 10 minggu dan mencapai puncaknya dalam kehamilan antara 32 dan 36 minggu (Wiknjosastro, 2002). Secara fisiologis, pengenceran darah ini untuk membantu meringankan kerja jantung yang semakin berat dengan adanya kehamilan.
2.1.4    Gejala
Gejala-gejala terkena anemia sebagai berikut :
a.       Kulit pucat, terutama diujung jari, bibir, sekeliling mata dan lidah
b.      Lesu tidak berdaya dan lemah
c.       Sesak nafas selesai melaksanakan aktifitas
d.      Pusing
e.       Nadi meningkat
f.        Cepat lelah
g.       Mata berkunang-kunang
h.       Nafsu makan turun
i.         Mual muntah lebih hebat pada hamil muda ( Manuba, 1998: 30 )

2.1.5        Tingkatan Anemia :
1. Anemia ringan   : 9-10 g%
2. Anemia sedang : 7-8 g%
3. Anemia berat     : <>
4. Tidak anemia     : 11 g% ( Manuba, 1998 : 30 ).
2.1.6    Penatalaksanaan
Untuk menghindari terjadinya anemia sebaiknya ibu hamil melakukan pemeriksaan sebelum hamil sehingga dapat diketahui data-data dasar kesehatan umum calon ibu tersebut. Dalam pemeriksaan kesehatan disertai pemeriksaan laboratorium, termasuk pemeriksaan tinja sehingga diketahui adanya infeksi parasit.Pengobatan infeksi untuk cacing relative mudah dan murah.
Pemerintah telah menyediakan preparat besi untuk dibagikan kepada masyarakat sampai ke posyandu. Contoh preparaf Fe diantaranya Barralat, Iberet, Vitonal, dan Hemaviton ( Manuba, 1988 : 32 ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan Tuliskan Komentar yang Membangun, Terima Kasih